KesehatanPangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Intensifkan Skrining HIV Bagi Kelompok Rentan di Lokasi Rentan

×

Pemkot Pangkalpinang Intensifkan Skrining HIV Bagi Kelompok Rentan di Lokasi Rentan

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS dengan mengintensifkan kegiatan skrining bagi kelompok rentan di sejumlah titik yang dinilai berisiko tinggi terjadi penularan penyakit tersebut.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, saat meninjau pelaksanaan skrining HIV/AIDS di kawasan Taman Wilhelmina Pangkalpinang, Selasa, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam melindungi masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar virus HIV.

“Kegiatan hari ini untuk melindungi kelompok-kelompok rentan yang berisiko tertular HIV,” kata Dessy.

Menurut dia, pelaksanaan skrining tidak hanya dilakukan di Taman Wilhelmina, tetapi juga akan menjangkau sejumlah lokasi lainnya, termasuk kawasan hiburan malam di Parit Enam, Teluk Bayur, dan beberapa titik lainnya di Kota Pangkalpinang.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini sekaligus menekan angka penularan HIV/AIDS di daerah tersebut. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal dan segera mendapatkan penanganan apabila terdeteksi terinfeksi HIV.

“Kegiatan ini penting sekali, agar kelompok-kelompok rentan ini bisa mengetahui dan dapat dengan cepat melakukan pengobatan,” ujarnya.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan sosialisasi mengenai bahaya HIV yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh secara bertahap. Virus tersebut menyerang sel-sel darah putih yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh manusia.

Dessy menjelaskan, tanpa pengobatan yang tepat dan cepat, infeksi HIV dapat berkembang menjadi AIDS yang membuat tubuh kehilangan kemampuan melawan berbagai penyakit infeksi dan gangguan kesehatan lainnya.

“Tanpa pengobatan yang cepat, HIV dapat berkembang menjadi AIDS yang membuat kondisi tubuh semakin kehilangan pertahanan alami dan rentan terhadap berbagai penyakit berbahaya lainnya,” katanya.

Pemerintah Kota Pangkalpinang, lanjut dia, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan skrining dan edukasi HIV/AIDS sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan, karena layanan skrining HIV terbuka untuk umum dan dapat menjadi langkah awal dalam melindungi diri sendiri maupun orang lain.

“Kegiatan skrining HIV ini terbuka untuk umum, siapa saja bisa memeriksakan kesehatannya, agar mereka bisa mengetahui apakah tertular virus HIV ini atau tidak. Apabila diketahui tertular maka bisa melakukan pencegahan atau pengobatan dengan cepat,” kata Dessy.

Melalui penguatan skrining dan edukasi yang berkelanjutan, Pemkot Pangkalpinang berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS semakin meningkat sehingga kasus penularan dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat tetap terjaga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *