Ekonomi & BisnisHeadlineHukum dan KriminalInternasionalNasionalPolitik

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya Ungkap Strategi Indonesia Merebut Kendali Mineral Global

×

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya Ungkap Strategi Indonesia Merebut Kendali Mineral Global

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, infoupdate.co — Indonesia tengah menyiapkan langkah baru untuk mengubah posisi dalam perdagangan mineral global. Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mengatakan pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis menjadi salah satu instrumen penting agar Indonesia tidak lagi sekadar mengikuti harga pasar internasional.

Bursa tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Bambang Patijaya menyebut keberadaan bursa mineral dapat menjadi alat untuk memperkuat transparansi perdagangan sekaligus memperbaiki tata kelola sektor pertambangan.

Selama ini, kata dia, praktik seperti transfer pricing dan under invoicing masih menjadi persoalan dalam perdagangan mineral. Kondisi itu berpotensi membuat negara kehilangan penerimaan dari sumber daya alamnya sendiri.

“Dengan adanya bursa mineral, perdagangan menjadi lebih transparan. Harga dan kuantitas yang diperdagangkan dapat terlacak dengan jelas sehingga tata kelola sektor pertambangan menjadi lebih baik,” ujar Bambang Patijaya, dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun televisi, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.

Bursa mineral nantinya diharapkan mampu menyediakan mekanisme perdagangan yang lebih terbuka. Pemerintah dapat memiliki data mengenai pergerakan komoditas, sementara pelaku usaha memiliki acuan harga yang lebih jelas.

Legislator Senayan asal Partai Golkar ini mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi penentu harga mineral dunia. Selama ini, harga sejumlah komoditas masih mengacu pada lembaga perdagangan internasional seperti London Metal Exchange (LME) atau Shanghai Futures Exchange.

Padahal, Indonesia merupakan salah satu produsen utama mineral strategis seperti nikel dan timah. Menurut Bambang, posisi tersebut seharusnya menjadi modal untuk membangun pengaruh dalam rantai pasok global.

“Ke depan kita ingin Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga menjadi salah satu referensi utama dalam perdagangan mineral dunia,” katanya.

Selain bursa mineral, Bambang Patijaya juga menyoroti potensi logam tanah jarang atau rare earth elements yang dinilai semakin penting bagi industri masa depan. Mineral ini banyak digunakan untuk kebutuhan teknologi tinggi, kendaraan listrik, hingga sektor pertahanan.

Ia menyebut wilayah seperti Bangka Belitung dan Sulawesi memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Namun, pengelolaan mineral strategis tersebut masih menghadapi tantangan, terutama dalam penguasaan teknologi dan persaingan dengan negara-negara besar.

Menurut tokoh politik asal Bangka Belitung ini, pengembangan sektor mineral harus berjalan seiring dengan agenda hilirisasi. Indonesia perlu mengurangi ketergantungan sebagai eksportir bahan mentah dan memperkuat industri pengolahan di dalam negeri.

Ia menilai transformasi sektor pertambangan melalui hilirisasi dan pembentukan bursa mineral akan menjadi bagian penting dalam mencapai target Indonesia Emas 2045.

“Nilai tambah sumber daya alam harus kembali menjadi kekuatan ekonomi nasional,” demikian kata Bambang Patijaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *