Ekonomi & BisnisHeadlineNasionalPolitik

Energi Nasional di Mata Bambang Patijaya: Pemerintah, Pertamina, dan Semangat You’ll Never Walk Alone

×

Energi Nasional di Mata Bambang Patijaya: Pemerintah, Pertamina, dan Semangat You’ll Never Walk Alone

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, infoupdate.co — Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional telah berjalan di jalur yang tepat. Menurut dia, sejumlah langkah strategis pemerintah mampu menjaga ketersediaan energi sekaligus menahan dampak gejolak harga energi global terhadap masyarakat.

Penilaian itu disampaikan Bambang Patijaya dalam Energy Forum, Kamis, 25 Juni 2026, merespons laporan JP Morgan yang menempatkan ketahanan energi Indonesia di peringkat kedua terbaik dari 52 negara yang dianalisis.

Menurut politisi Partai Golkar asal Dapil Bangka Belitung ini, salah satu ukuran penting ketahanan energi adalah kepastian pasokan. Ia memastikan stok BBM bersubsidi nasional dalam kondisi aman hingga akhir tahun. Sementara itu, cadangan LPG nasional saat ini disebut berada pada level yang sangat baik, dengan ketahanan stok lebih dari 12 hari.

Selain menjaga pasokan, pemerintah juga dinilai aktif melindungi daya beli masyarakat melalui kebijakan intervensi harga. Bahkan untuk BBM non-subsidi, pemerintah tetap mengambil peran agar harga tidak sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar global.

Bambang Patijaya mencontohkan harga keekonomian BBM RON 92 yang berada di kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter, sementara harga jual kepada masyarakat masih berada di angka sekitar Rp16.250 hingga Rp16.600 per liter.

“Masyarakat harus tahu bahwa untuk barang non-subsidi pun pemerintah melakukan intervensi, tidak dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Di sisi lain, Bambang Patijaya mengapresiasi terbitnya Kepmen 224 yang memberikan peran kepada Lemigas dalam membantu pengadaan minyak melalui mekanisme spot. Kebijakan itu, kata dia, membuat sistem pengadaan energi nasional menjadi lebih fleksibel.

Dengan mekanisme tersebut, Pertamina tidak lagi menjadi satu-satunya pihak dalam pengadaan minyak. Negara memiliki ruang gerak lebih luas untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

Dalam agenda transisi energi, Bambang Patijaya juga menilai implementasi program B50 yang dimulai pada 1 Juli menjadi capaian penting bagi Indonesia. Ia menyebut langkah itu menunjukkan posisi Indonesia yang semakin kuat dalam kemandirian energi.

“Ini capaian luar biasa. Negara tetangga seperti Malaysia masih berada di level B10 dan baru merencanakan B20,” katanya.

Menurut Bambang Patijaya, keberhasilan menjalankan B50 di tengah besarnya kebutuhan konsumsi energi dan kapasitas produksi Indonesia menunjukkan kemampuan nasional dalam mengelola sumber daya sendiri.

Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah, Presiden Prabowo Subianto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Pertamina.

Dia bahkan menggambarkan hubungan pemerintah dengan Pertamina melalui slogan klub sepak bola Liverpool, “You’ll Never Walk Alone”, sebagai sebuah pesan yang menegaskan perusahaan energi nasional itu tidak berjalan sendiri dalam menjalankan tugasnya.

“Dari berbagai tantangan yang ada, kami melihat pemerintah sudah on the track. DPR memberikan apresiasi atas kerja sama semua pihak dalam menjamin pasokan energi bagi masyarakat,” demikian kata Bambang Patijaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *