PANGKALPINANG, infoupdate.co– Suhu politik menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-III Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bangka Belitung (Babel) dipastikan memanas. Skenario aklamasi yang sempat berembus kencang dipastikan mendapat perlawanan sengit dari internal organisasi.
Sebanyak 21 pemilik suara sah secara terbuka menyatakan menolak opsi aklamasi dan mendesak agar seluruh proses pemilihan Ketua SMSI Babel periode 2026–2031 dijalankan secara konstitusional, lurus, dan patuh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Gerakan penolakan aklamasi ini mengemuka dalam rapat pemantapan terakhir panitia Musprov ke-III SMSI Babel yang digelar di sebuah pertemuan pada Jumat malam, 5 Juni 2026. Rapat krusial tersebut sempat memanas saat membahas beberapa item terkait draf Tata Tertib (Tatib) dan mekanisme pelaksanaan Musprov.
Informasi yang dihimpun konstelasi 21 pemilik suara sah yang menolak aklamasi tersebut merupakan kekuatan riil. Mereka terdiri dari para pemilik media siber yang tercatat sebagai anggota resmi, 3 unsur Dewan Penasehat, serta keterwakilan dari Pengurus DPC-DPC SMSI se-Provinsi Bangka Belitung.
Ketua Pelaksana Musprov ke-III SMSI Babel, Herman Saleh, saat dikonfirmasi tidak menampik adanya dinamika dan gejolak internal tersebut. Menurutnya, peta pencalonan Ketua SMSI Babel saat ini masih sangat dinamis dan belum bisa dipastikan mengarah pada satu calon tunggal.
”Berdasarkan data dan informasi yang masuk, proses ini belum bisa dipastikan aklamasi. Ada poin-poin krusial dari 21 pemilik suara sah yang meminta dengan tegas agar kegiatan ini tetap berjalan sesuai aturan AD/ART yang berlaku di SMSI,” ujar Herman Saleh, Jumat (5/6/2026) malam.
Terlepas dari tensi pemilihan yang meninggi, Herman menegaskan bahwa panitia pelaksana telah bekerja maksimal. Secara teknis, kesiapan agenda akbar konstitusi media siber di Babel ini sudah mencapai angka 90 persen.
Sesuai dengan regulasi organisasi, legalitas Musprov harus dihadiri oleh perwakilan pengurus pusat. Herman memastikan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) SMSI Pusat dijadwalkan tiba di Kota Pangkalpinang pada Sabtu sore untuk mengawal langsung jalannya persidangan.
”Sesuai rencana tata tertib yang telah disiapkan, pimpinan sidang pleno nantinya akan dipilih secara demokratis setelah Musprov resmi dibuka,” jelasnya.
Menyikapi riak-riak politik organisasi yang mulai bergejolak, Herman Saleh berharap seluruh dinamika dapat dikanalisasi secara sehat di dalam forum resmi. Baginya, perbedaan pendapat adalah hal lumrah dalam organisasi yang matang.
”Bagaimanapun gejolak yang terjadi nanti, kami berharap Musprov berjalan aman dan lancar. Segala bentuk permohonan, usulan, atau interupsi dari anggota dan pemilik suara sah, ujungnya akan dikembalikan kepada hasil keputusan rapat tertinggi pemilik suara,” tegas Herman.
Herman juga melayangkan imbauan keras kepada seluruh pemilik media dan pengurus yang memiliki hak suara agar hadir tepat waktu sesuai undangan resmi yang telah dilayangkan panitia ke masing-masing redaksi.
Ia optimis, pada puncaknya tanggal 7 Juni nanti, Musprov ke-III SMSI Babel akan sukses melahirkan nahkoda baru yang tidak hanya sekadar haus akan jabatan atau seremonial semata.
”Ketua terpilih nanti harus menjadi cerminan figur yang benar-benar paham industri media. Bukan orang yang hanya ingin jabatan ketua, tapi mereka yang mampu membawa SMSI Babel lebih maju, berkembang, dan modern mengikuti pesatnya perkembangan dunia media daring (online),” cetusnya.
Di akhir wawancara, Herman mengingatkan bahwa SMSI merupakan konstituen resmi Dewan Pers. Oleh karena itu, beban moral berada di pundak para pemilik suara untuk memilih pemimpin yang memiliki integritas tinggi.
”Ini tanggung jawab besar para pemilik suara. Kita harus memastikan SMSI di Bangka Belitung menjadi organisasi yang bermartabat, mempunyai harga diri, kompeten, serta tetap netral dan independen dalam menjalankan tugas-tugas kewartawanan ke depan,” pungkasnya.(*)













