Pangkalpinang

Penutupan Magang Praja IPDN di Pangkalpinang: Harapan Pembinaan Berkelanjutan untuk Praja yang Siap Mengabdi

×

Penutupan Magang Praja IPDN di Pangkalpinang: Harapan Pembinaan Berkelanjutan untuk Praja yang Siap Mengabdi

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, infoupdate.co – Kegiatan Magang Kampus (Makam) bagi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun Akademik 2024/2025 resmi ditutup pada Kamis (8/5/2025), bertempat di Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota Pangkalpinang. Program magang yang berlangsung sejak 9 April hingga 8 Mei 2025 ini diikuti oleh praja dari berbagai kampus daerah IPDN.

Direktur IPDN Kampus Kalimantan Barat, Azharisman Rozzi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan magang merupakan salah satu bentuk pembelajaran penting yang wajib dijalani oleh praja. Ia menjelaskan bahwa kegiatan magang ini dahulu dikenal sebagai Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan kini dilaksanakan sebanyak tiga kali selama masa studi, ditambah satu kali Bakti Karya Praja (BKP).

“Tujuan utama dari makam ini adalah agar para praja terbiasa dengan tugas dan rutinitas aparatur sipil negara (ASN). Ini menjadi bekal penting sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja. Oleh karena itu, kegiatan ini harus dilaksanakan secara konsisten,” ujarnya.

Azharisman juga menyinggung sejarah rasionalisasi program pada tahun 2000 yang sempat membatasi kegiatan pembelajaran di lapangan. Namun saat ini, kegiatan sosialisasi dan kunjungan instansi (suki) kembali dilaksanakan, dilanjutkan dengan makam dan rukuan (rangkaian kunjungan luar kampus) yang diatur lebih efisien dari segi biaya dan pelaksanaan.

Dalam paparannya, Azharisman menyebutkan bahwa IPDN kini memiliki enam kampus daerah yang tersebar di Sumatera Barat (Bukittinggi), Kalimantan Barat (Mempawah), Sulawesi Selatan (Gowa), Sulawesi Utara (Minahasa), Nusa Tenggara Barat (Mataram), dan Papua (Jayapura). Khusus di Kampus Kalimantan Barat, terdapat dua program studi, yakni Administrasi Pemerintahan Daerah dan Manajemen Sumber Daya Aparatur.

Pemerintah Kota Pangkalpinang dan sejumlah pemerintah daerah lainnya turut berperan penting dalam menyukseskan program magang ini. Atas nama IPDN, Azharisman mengucapkan terima kasih atas sambutan dan dukungan dari Pemerintah Kota Pangkalpinang, serta Pemerintah Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, dan Bangka Selatan.

Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, yang hadir mewakili Pj Wali Kota, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan magang para praja. Ia berharap hasil pengamatan dan pengalaman para praja dapat menjadi rekomendasi berharga bagi pemerintah daerah.

“Kami harapkan rekomendasi dari praja dapat memberikan masukan bagi Pemkot Pangkalpinang. Kami juga melihat para praja sudah menunjukkan kerja yang cukup baik selama berada di sini,” kata Juhaini.

Laporan Magang di Pangkalanbaru Salah Satu Praja

Salah satu perwakilan praja, Radeva Muntaza, yang melaksanakan magang di Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah, memaparkan keterlibatan praja dalam pengelolaan retribusi sampah daerah. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain penagihan retribusi bersama petugas, pendataan, wawancara kepada warga, serta edukasi melalui penyebaran brosur dan banner.

“Kami ikut serta dalam pemungutan retribusi ke beberapa tempat seperti restoran, warung makan, PLN, dan toko-toko. Kami juga membantu dalam rekap data dan menyosialisasikan pentingnya membayar retribusi sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2023,” ungkapnya.

Radeva juga menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan retribusi antara lain adalah kondisi lingkungan yang kurang mendukung, hambatan koordinasi antarinstansi, serta perbedaan kepentingan antara pemerintah dan masyarakat. Namun demikian, peluang keberhasilan tetap terbuka melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak.

Sebagai penutup, para praja menyarankan agar pemerintah daerah, khususnya Kecamatan Pangkalan Baru, terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, baik dari sisi fasilitas, keterlibatan masyarakat, hingga efisiensi sistem yang digunakan. Peningkatan tarif retribusi dan modernisasi teknologi juga dinilai perlu untuk mendorong optimalisasi pendapatan daerah dari sektor kebersihan. (aka) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *