Pangkalpinang

Krisis BBM Babel: Antrean Mengular, DPRD Tuding Pertamina Lalai

×

Krisis BBM Babel: Antrean Mengular, DPRD Tuding Pertamina Lalai

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, infoupdate.co  -– Pulau Bangka kembali dilanda krisis BBM. Sejak awal pekan, kelangkaan Pertalite dan Pertamax membuat ratusan kendaraan mengular di hampir seluruh SPBU. Kondisi ini jika berlarut dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas warga , ekonomi rakyat terpukul, dan kemacetan panjang tak terhindarkan.

Sejak subuh, antrean di SPBU Pangkalpinang sudah mengular. Banyak pengendara hanya bisa mengisi setengah tangki setelah menunggu berjam-jam. “Kalau datang jam enam sudah telat. Kadang pas sampai depan, BBM habis,” keluh Dani, warga Pangkalpinang.

Situasi serupa terjadi di Sungailiat, Bangka Tengah, hingga Bangka Selatan. Pertamax yang biasanya tersedia kini ikut kosong, memaksa SPBU menutup dispenser. Warga menyebut krisis kali ini sebagai yang terparah dalam beberapa bulan terakhir.

Kelangkaan BBM tak hanya menghambat mobilitas, tapi juga memukul ekonomi rakyat. Sopir travel, ojek, hingga pedagang keliling kehilangan waktu produktif. “Seharusnya bisa kerja satu hari penuh, ini habis setengah hari buat antre,” kata Ridho, sopir travel.

Kritik DPRD: Pertamina Lalai

Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar, menilai Pertamina gagal mengantisipasi pola tahunan krisis BBM. “Kalau masih beralasan gelombang, itu namanya lalai. Pertamina seharusnya sudah melakukan mitigasi jauh-jauh hari,” tegas Eddy usai Rapat Paripurna.

Menurutnya, pola distribusi yang longgar membuat suplai rentan terganggu. Jika pengiriman hanya dilakukan tiga atau empat hari sekali, satu gangguan cuaca saja cukup memicu krisis. “Kalau pengiriman dibuat setiap hari, tidak ada alasan lagi BBM terlambat. Polanya yang harus diubah, bukan malah mencari dalih,” sindirnya.

Eddy juga menyinggung dugaan pelanggaran hukum dalam distribusi BBM. Ia meminta aparat penegak hukum turun tangan agar mata rantai distribusi bersih dari praktik gelap. “Jangan sampai publik dirugikan sementara oknum bermain di belakang,” tandasnya.

Warga Menuntut Kepastian

Masyarakat mendesak pemerintah dan Pertamina segera turun langsung meninjau SPBU, memeriksa jalur distribusi, dan memastikan stok kembali normal. “Ini bukan sekadar antre panjang. Ini soal mobilitas masyarakat satu pulau yang terganggu. Pemerintah harus hadir, bukan hanya menyatakan sedang dipantau,” tegas seorang warga di Semabung.

Hingga berita ini diterbitkan, infoupdate.co berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Pertamina.  Namun Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Bangka Belitung, Wicak, yang dikonfirmasi belum menanggapi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *