AdvertorialPangkalpinang

Arahan Sekda Pangkalpinang di Apel Gabungan: Syukur, Ikhlas, Sehat, dan Bahagia Adalah Kunci Kinerja ASN

×

Arahan Sekda Pangkalpinang di Apel Gabungan: Syukur, Ikhlas, Sehat, dan Bahagia Adalah Kunci Kinerja ASN

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, infoupdate.co – Apel gabungan kembali digelar Pemerintah Kota Pangkalpinang pada Senin pagi di halaman Kantor Wali Kota. Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go bertindak sebagai pembina apel dan memberikan arahan langsung kepada seluruh jajaran ASN, PHL, serta pejabat struktural yang hadir.

Dalam sambutannya, Sekda membuka dengan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta apel, meskipun diakuinya kegiatan ini tidak selalu dapat terlaksana rutin karena berbagai kesibukan kedinasan.

“Walaupun apel gabungan tidak setiap bulan kita laksanakan, saya percaya dan yakin Bapak-Ibu semua tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Terima kasih atas komitmen yang terus dijaga,” ujarnya.

Apel tersebut juga menjadi momen penghargaan bagi ASN yang telah purna tugas melalui penyerahan tali asih sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka selama ini. Sekda mengajak seluruh pegawai aktif untuk meneladani semangat dan loyalitas para purna tugas.

Dalam arahannya, Sekda Mie menekankan pentingnya membangun sikap mental yang kuat dan positif di tengah dinamika birokrasi dan pelayanan publik. Ia menyampaikan bahwa ada empat hal yang harus menjadi pegangan seluruh aparatur, yakni bersyukur, ikhlas, sehat, dan bahagia.

“Kita harus terus bersyukur, karena dari rasa syukur itu muncul kesadaran, ketenangan, bahkan kebahagiaan. Saya lihat kawan-kawan PHL, walaupun banyak isu tentang pemangkasan, Alhamdulillah di Kota Pangkalpinang tidak ada PHK massal,” tegasnya.

Mie Go juga menegaskan bahwa meskipun anggaran daerah mengalami tekanan, Pemerintah Kota tetap mempertahankan gaji PHL tanpa pemotongan, bahkan dengan riwayat kenaikan sejak tahun-tahun sebelumnya.

“Kita tahu di daerah lain, ada yang honorernya hanya menerima separuh dari biasanya, tapi di sini, kita jaga betul, yang lulusan SMA naik dari Rp1,2 juta menjadi Rp1,7 juta, bahkan S1 bisa sampai Rp2,2 juta. Ini patut disyukuri,” katanya.

Selain bersyukur, Sekda mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan keikhlasan. Ia menuturkan bahwa banyak hal dalam karier birokrasi yang tidak selalu ideal, termasuk ketika ditugaskan hal-hal di luar tupoksi utama atau mengalami rotasi jabatan. Namun menurutnya, semua itu adalah bagian dari proses.

“Dulu saya juga mengalami. Golongan 3A, disuruh rapat, disuruh mengawas, jadi saksi ahli, ikut mutasi berkali-kali, tapi saya jalani dengan ikhlas, karena saya yakin, kalau kita ikhlas, Allah akan bukakan jalan,” ucapnya dengan nada reflektif.

Keikhlasan, menurut Mie Go, akan membawa ketenangan batin, menambah kualitas ibadah, dan berdampak langsung pada kesehatan mental dan fisik. Ia menyampaikan dengan gaya jenaka namun penuh makna.

“Kalau kita sehat, makan sambal belacan saja nikmat, tapi kalau stres, makan daging pun serasa batu. Maka jaga hati, jaga tubuh, dan jaga pikiran,” tambahnya.

Dari sikap bersyukur, ikhlas, dan sehat itulah, ia percaya akan lahir rasa bahagia yang menjadi dasar bagi pelayanan publik yang berkualitas. Sekda menegaskan bahwa kebahagiaan pegawai akan terpancar dalam cara mereka bekerja dan melayani masyarakat.

“Kebahagiaan itu bukan cuma untuk diri sendiri, tapi berdampak pada kerja tim, lingkungan kantor, sampai keluarga di rumah. Mari kita rawat suasana ini bersama,” ujarnya.

Sekda juga menginformasikan bahwa Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) untuk P3K yang diangkat pada tahun 2023 dan 2024 akan dibayarkan pada bulan Desember 2025. Ia meminta agar hal ini disikapi dengan sabar dan tetap semangat dalam bekerja.

“Insyaallah sesuai janji, TPP-nya akan dibayarkan di bulan Desember. Ini bentuk komitmen kita. Saya tahu ini ditunggu-tunggu, terutama oleh tenaga guru dan kesehatan,” jelasnya.

Sekda turut menyinggung pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai upaya menyeimbangkan struktur belanja daerah, khususnya dalam menyesuaikan belanja pegawai agar tetap sesuai dengan ketentuan Undang-Undang HKPD.

“Kalau kita ingin TPP naik, ya APBD kita harus naik juga. Dan itu tidak bisa kalau PAD kita stagnan. Jadi mari kita berjibaku bersama,” pungkasnya. (aka/adv) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *