PANGKALPINANG, infoupdate.co – Pemerintah Kota Pangkalpinang mengapresiasi kesiapan jajaran Polresta Pangkalpinang beserta seluruh unsur terkait dalam pengamanan Pemilihan Ulang Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Tahun 2025. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Pangkalpinang, Akhmad Subekti yang ikut hadir mewakili Pj Wali Kota Pangkalpinang, menegaskan bahwa apel gelar pasukan yang digelar di halaman Mapolresta Pangkalpinang, Senin (23/6/2025), bukan sekadar seremoni belaka, melainkan bentuk nyata komitmen seluruh elemen untuk menjaga ketertiban dan keberlangsungan demokrasi di daerah.
“Apel ini mencerminkan kesiapan dan keseriusan kita semua dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada Ulang 2025. Keberhasilan pilkada bukan hanya tugas penyelenggara atau aparat keamanan, tapi juga peran aktif seluruh masyarakat,” ujarnya.
Akhmad Subekti juga mengajak warga untuk menolak segala bentuk provokasi, hoaks, dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Dengan sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, penyelenggara pemilu, dan partisipasi masyarakat, kami yakin pelaksanaan Pilkada 2025 di Pangkalpinang akan menjadi contoh demokrasi yang damai dan bermartabat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Gatot Yulianto yang memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Menumbing 2025, menyampaikan bahwa Pilkada ulang ini menjadi perhatian nasional karena hanya terjadi di dua wilayah di Indonesia, yakni Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka.
“Pilkada ulang 2025 ini bukan kerja biasa. Ini mencerminkan bahwa masyarakat semakin kritis dan selektif dalam memilih pemimpin. Tugas kita sebagai aparat keamanan adalah memastikan hak konstitusi masyarakat terlaksana tanpa tekanan atau intimidasi,” tegasnya.
Sebanyak 1.256 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Mantap Praja, termasuk 427 personel dari Kepolisian. Kapolresta menekankan pentingnya sinergi dan netralitas seluruh aparat dalam menjaga tahapan pilkada agar berjalan aman dan lancar.
“Kita harus waspadai isu hoaks, politik uang, serta potensi gangguan di media sosial. Pengamanan ini akan menjadi tolak ukur keberhasilan kita menjaga stabilitas demokrasi,” tandasnya.
Apel diikuti oleh jajaran TNI, Satpol PP, BPBD, serta pejabat pemerintah daerah sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pesta demokrasi yang sehat dan aman. (aka)













