PANGKALPINANG, infoupdate.co – Aksi kriminal dua pria spesialis pembobol toko akhirnya terhenti di tangan Tim Buser Naga Satreskrim Polresta Pangkalpinang. Tak hanya mencuri sembako dan rokok, keduanya juga menggunakan sepeda motor hasil penggelapan dalam setiap aksinya.
Tim Buser Naga Polresta Pangkalpinang berhasil menangkap dua pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang kerap beraksi membobol toko di kawasan Pangkalpinang. Pelaku berinisial Kelik dan Salan ditangkap pada Jumat (9/5/2025) sekitar pukul 13.30 WIB di wilayah Tua Tunu.
Penangkapan ini dilakukan berdasarkan laporan pembobolan warung sembako di Kelurahan Jerambah Gantung yang diterima SPKT Polresta Pangkalpinang pada 8 Februari 2025.
“Kami berhasil mengamankan dua orang pelaku yang mengaku telah membobol toko dengan cara naik ke atap dan mengambil berbagai barang dagangan,” ujar PS. Kasat Reskrim Polresta Pangkalpinang, AKP Muhammad Riza Rahman.
Aksi terakhir mereka terjadi pada Sabtu (3/5/2025) pukul 04.30 WIB. Dengan memanfaatkan batu bata dan papan untuk memanjat, pelaku menghancurkan atap asbes dan masuk ke dalam toko. Mereka mencuri sembako, rokok, voucher, serta bahan bakar minyak, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp18.280.000.
Dalam setiap aksinya, mereka menggunakan sepeda motor Honda Beat warna biru putih dengan nomor polisi B 3592 SCU, yang belakangan diketahui merupakan hasil penggelapan dan kini juga sedang ditangani oleh Polres Bangka Selatan.
“Ini bukan aksi pertama mereka. Dari pengakuan, mereka juga pernah beraksi di lokasi lain dengan total kerugian sekitar Rp15 juta,” tambah AKP Riza.
Sebagian hasil curian dijual kepada seorang perempuan bernama Gina. Dari transaksi tersebut, pelaku mendapatkan Rp1.200.000, yang kemudian dibagi dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit sepeda motor Honda Beat, empat voucher, berbagai jenis sembako dan rokok, serta perlengkapan kebersihan. Saat ini para pelaku telah dibawa ke Polresta Pangkalpinang untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian masih mengembangkan kasus ini karena diduga ada keterlibatan pelaku lain dan TKP tambahan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor apabila mengalami tindak kriminal serupa. (tim)













