PANGKALPINANG, infoupdate.co — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya mendorong adanya perbaikan dalam tata kelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Babel. Hal ini diungkapkannya, usai menggelar audiensi yang juga diikuti Pengurus Baznas Babel, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bangka Belitung dan dihadiri Komisi I DPRD Babel.
“Kita mengundang Baznas dan MUI, untuk meningkatkan dan memperbaiki ekonomi umat. Dengan komitmen kita kembali ke sistem pengelolaan yang sesungguhnya, dalam pembenahan secara menyeluruh,” ujar Didit Srigusjaya, Senin (3/3/2025).
Terlebih untuk penerimaan zakat oleh Baznas Provinsi Bangka Belitung, setiap tahunnya mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Didit Srigusjaya pun menyoroti penurunan penerimaan zakat berbanding lurus, terhadap penurunan kepercayaan masyarakat terhadap Baznas Provinsi Bangka Belitung.
“Artinya dengan potensi zakat ASN kita ada 6.653 ribu orang, akan tetapi terjadi penurunan yang sangat drastis. Dari Rp 1,2 Miliar, jadi Rp 400 juta tentunya ini sangat jauh,” tuturnya.
Lebih lanjut pihaknya juga akan mengundang Pj Gubernur Bangka Belitung, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah guna menindaklanjuti audiensi kali ini.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama, nanti akan kita undang seluruhnya untuk kembali berdiskusi mencari solusi untuk membantu ekonomi umat. Hal ini karena banyak jadi korban renternir saat ini, maka solusimya bagaimana baznas untuk membantu jangan sampai mereka jadi korban renternir yang selanjutnya. Alhamdulillah MUI kita tugaskan, membuat produk yang tidak menyalahi aturan dan syariah,” ungkap Didit Srigusjaya.
Ketua BAZNAS Babel, Mulyadi, menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme DPRD Babel dalam menanggapi permasalahan ekonomi umat.
“Alhamdulillah, kami merasa bersyukur atas antusiasme rekan-rekan di DPRD Babel dalam menyikapi permasalahan ekonomi umat di Babel,” ujarnya.
Optimalisasi pengumpulan zakat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para mustahik.
Mulyadi menyoroti penurunan signifikan dalam pengumpulan zakat dalam beberapa tahun terakhir. “Saya melihat ada penurunan angka signifikan dalam pengumpulan zakat, dari 1,2 miliar pada tahun 2020 menjadi 900 juta pada tahun 2024. Saya pikir, pengelolaan BAZNAS sebelumnya perlu dievaluasi.
Mengingat kondisi pengumpulan zakat yang minim, Mulyadi menekankan pentingnya prioritas pada program yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Dengan kondisi pengumpulan zakat yang minim, saya lebih memprioritaskan program yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Contohnya, membantu biaya berobat, pendidikan, dan usaha. Bantuan langsung seperti ini akan jauh lebih bermanfaat daripada sekadar mendistribusikan dana kepada ‘bendahara mati’ yang tidak bergerak,” tegasnya.













