HeadlinePangkalpinangPertanian

Kolaborasi BUMD Babel dan PT Pascal Biotech Indonesia Hadirkan Solusi Hayati untuk Pengendalian Ganoderma

×

Kolaborasi BUMD Babel dan PT Pascal Biotech Indonesia Hadirkan Solusi Hayati untuk Pengendalian Ganoderma

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, infoupdate.co – Aula Pertemuan Kantor Gubernur Bangka Belitung menjadi saksi penting bagi masa depan industri kelapa sawit di provinsi ini. PT Pascal Biotech Indonesia hadir dalam Dialog Profesional Sawit bersama seluruh perusahaan perkebunan Bangka Belitung, memperkenalkan solusi berbasis mikroba yang menandai babak baru perlindungan tanaman sawit secara hayati dan berkelanjutan.

Produk unggulan mereka, Actino Plus, diformulasikan dengan bakteri Streptomyces GanoSA1 yang berfungsi sebagai agen pengendalian hayati (Biological Control Agent/BCA). Bakteri ini terbukti mampu menghambat perkembangan penyakit mematikan Ganoderma di sekitar zona akar, menjaga tanaman tetap sehat sejak awal pertumbuhan, serta memberikan perlindungan preventif yang ramah lingkungan.

Direktur Utama PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (B3S), Eka Mulya Putra, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi tepat untuk menjaga masa depan industri sawit, khususnya di Bangka Belitung.

“Kerjasama dengan PT Pascal Biotech Indonesia adalah upaya mendukung pengendalian penyakit Ganoderma. Ini bukan hanya soal menjaga produktivitas, tetapi juga memastikan keberlanjutan industri sawit sebagai tulang punggung ekonomi nasional,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri oleh CEO PT Pascal Malaysia Mr. Rais Anderson, Direktur Utama PT Pascal Indonesia Mr. Miftachul Anwar, Direktur Utama PT B3S Eka Mulya Putra, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Babel, serta jajaran OPD terkait perkebunan kelapa sawit.

Pertemuan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama antara BUMD, PT Pascal Biotech Indonesia, dan seluruh perusahaan perkebunan di Bangka Belitung untuk mengadopsi teknologi mikroorganisme hayati dalam pengendalian Ganoderma secara menyeluruh.

Dengan tekad “Zero Ganoderma”, kolaborasi ini menjadi simbol komitmen bersama menjaga keberlanjutan industri sawit, sekaligus memperkuat posisi Bangka Belitung sebagai salah satu pusat produksi sawit yang sehat dan berdaya saing tinggi di Indonesia.(raf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *