BANGKA TENGAH, infoupdate.co – Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH Babel) menjadi saksi upaya pelestarian budaya lokal melalui medium podcast. Acara podcast SOLASI (Solusi dan Inspirasi) yang disiarkan langsung melalui platform TikTok dan Instagram pada Kamis sore (24/04/2025) menghadirkan sosok istimewa, Abdul Hawis atau yang akrab disapa Atok Awis. Pria berusia 66 tahun asal Petaling, Mendo Barat, ini merupakan tokoh budaya yang telah lama mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan dambus, alat musik tradisional khas Melayu Bangka.
Kehadiran Atok Awis seketika mengubah suasana studio podcast menjadi lebih syahdu. Alunan nada yang keluar dari petikan dambusnya seolah membawa para hadirin dalam perjalanan waktu, mengenang masa di mana musik bukan hanya sekadar hiburan, namun juga menjadi medium dakwah, penyampaian pesan moral, hingga menjadi penawar duka.
Dalam kesempatan tersebut, Atok Awis berbagi mengenai dedikasinya dalam menciptakan lagu-lagu dambus.
“Judul-judul lagu dambus karyaku sebanyak 12 lah ku kasih ke Dodi, tu baru seperempat lagu dari yang ku ciptakan,” ungkapnya.
Dengan penuh harap, beliau menyampaikan pesan mendalam tentang warisan ini. “Dambus ini dari atok untuk cucu-cucu di masa depan. Biase ku malem-malem berdambus. Pesanku, dak laki dak bini, belajarlah dambus ni, kite lestarikan same-same mulailah belajar dari buat pantun dulu,” imbuhnya dengan dialek khas Bangka.
Podcast SOLASI kali ini dipandu oleh Dodi Pranata, M.Pd., yang dengan hangat berinteraksi dengan Atok Awis. Turut hadir sebagai narasumber Rektor Unmuh Babel, Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., yang memberikan perspektif akademis mengenai pentingnya pelestarian budaya.
Menurut Rektor Fadillah Sabri, dambus memiliki nilai yang jauh lebih dalam dari sekadar warisan musik.
“Dambus adalah media untuk mengungkapkan rasa, bisa untuk berdakwah, menyampaikan pesan, sindiran, atau ungkapan rasa marah. Orang Melayu itu bijak, mereka menyampaikan semuanya lewat pantun dalam lagu dambus,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan komitmen UNMUH Babel dalam upaya menghidupkan kembali budaya lokal.
“Di UNMUH Babel ini kita usahakan budaya itu muncul kembali, karena ini menjadi tugas kita. Supaya generasi muda bisa terus melihat budaya Bangka Belitung. Inilah salah satu upaya kita agar dambus tetap lestari,” katanya.
Di akhir sesi, Rektor Fadillah Sabri menyampaikan sebuah pesan bijak yang menghubungkan ilmu, agama, dan seni dalam kehidupan.
“Dengan ilmu, hidup akan menjadi mudah; dengan agama, hidup akan terarah; dan dengan seni, hidup akan menjadi indah,” pungkasnya.
Selain menjadi wadah pelestarian budaya, kehadiran tokoh sentral seperti Atok Awis dalam podcast ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa, sekaligus menjadi ruang promosi yang efektif bagi UNMUH Babel. Melalui kegiatan ini, Unmuh Babel menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam bidang pendidikan formal, tetapi juga dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya daerah. (net/unmuhbabel)














