JAKARTA, infoupdate — Dua dari 69 warga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar ternyata sudah Kembali ke Indonesia. Kabar ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar kepada infoupdate.co sore ini (05/03/2025).
“Jadi tadi saya sudah bertemu langsung dengan salah satu korban TPPO dari Myanmar, Reza, di Trauma Center Bambu Apus Jakarta. Sebenarnya Reza Bersama satu warga Babel lainnya, Yulian sudah dipulangkanke Indonesia. Yulian tadi siang sudah Kembali ke Pangkalpinang. Sementara Reza, sore ini juga akan kembali ke keluarganya di Jakarta,” ungkap Eddy Iskandar.
Menurut Eddy Iskandar, awalnya Reza ini kurang lebih 9 bulan lalu mendapat iming-iming kerja di Thailand sebagai tenaga adminsitrasi. Ia berangkat bersama rekannya, Osa juga warga Pangkalpinang, yang juga ikut mendapat penawaran kerja serupa. Ternyata mereka bukan kerja di Thailand, tetapi malah dibawa masuk ke Myanmar dan dipaksa kerja di Myanmar.
“Untuk saudara Osa, sudah di Kedubes RI di Myanmar dan menunggu dipulangkan. Semoga Osa, dan juga warga kita lainya dapat segera dipulangkan,” harap Eddy.
Eddy yang merupakan Sekum DPD Partai Golkar Provinsi Babel ini menyebutkan bahwa ia mendapat informasi mengenai warga Babel yang menjadi korban TPPO di Myanmar salah satunya dari Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani.
“Dari beliau saya mendapatkan informasi dimana warga Babel itu ditempatkan setelah mereka Kembali ke Indonesia. Saya lalu menghubungi Kepala Trauma Ccenter Bambu Apus, Ibu Ani, sehingga saya dapat bertemu dan berkomunikasi dengan saudara Reza,” ungkap Eddy.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, kementrian P2MI khusus Bu Christina, Kepala Trauma Center Bambu Apus Bu Ani, yang telah melakukan komunikasi yang baik sehingga kami bisa bertemu dengan saudara kita asal Babel yang dalam keadaan sehat,” imbuhnya.
Terkait dengan masih banyaknya warga Babel yang di Myanmar, Eddy berharap agar semuanya bisa segera Kembali ke Indonesia dan dalam konisi yang sehat wal afiat.
“Alhamdulillah sudah ada yang pulang, namun tentunya kita harap yang lainnya juga segera pulang ke Indonesia dengan kondisi sehat,” ujar Eddy.
Eddy pun mendorong adanya perlindungan dari negara, terkait nasib dan keselamatan para warga yang diduga terjerat dalam sindikat scammer online.
Terlebih secara pribadi Eddy Iskandar pun secara langsung berkoordinasi, dengan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani guna memastikan keselamatan warga Provinsi Bangka Belitung khususnya.
“Ini kan hubungan bukan antar lembaga tapi sudah antar negara, karena itu DPRD Bangka Belitung akan segera berkoordinasi kepada Kementerian terkait. Saya secara pribadi juga sudah menghubungi Wakil Menteri, agar kita bisa mendapatkan masukan secara lebih jelas bagaimana kondisi saudara kita disana” bebernya.
Sementara itu pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat, untuk berhati-hati dan tidak tergiur dengan tawaran pekerjaan khususnya dari luar Indonesia.
“Kita himbau kepada masyarakat jangan mudah terbujuk rayu dengan iming-iming, dari pihak yang memberikan lapangan pekerjaan secara mudah dengan gaji besar tanpa ada legalitas yang jelas,” ungkapnya. (raf/*)













