PANGKALPINANG, infoupdate.co – Dalam rangka Hari Menanam Pohon Nasional, Desa Wisata Tuatunu Raya memprakarsai kegiatan penanaman 1000 pohon buah di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tuatunu Raya, Pangkalpinang. Kegiatan ini telah mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh pemuda, lembaga adat, serta Pemerintah Kelurahan Tuatunu Indah.
Musyawarah penetapan kebijakan program penanaman ini dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025, dan diputuskan bahwa aksi penanaman akan dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ketua Komunitas Desa Wisata Tuatunu Raya, Ahmad Wahyudi, menjelaskan bahwa program ini berawal dari sebuah ide sederhana yang kemudian mendapat sambutan positif dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Batu Rusa Cerucuk. BPDAS mendukung inisiatif ini dengan menyerahkan 1000 bibit pohon buah untuk kembali menghijaukan Sungai Tuatunu Raya yang kini gersang.
”Kegiatan ini murni sedekah alam. Jika nanti pohon-pohon ini tumbuh subur dan berbuah, masyarakat Kelurahan Tuatunu Indah bisa menikmati hasilnya sebagai bagian dari program ekonomi berkelanjutan,” ujar Ahmad Wahyudi.
Seribu bibit tersebut terdiri dari 805 pohon petai, 35 pohon durian, dan sisanya pohon alpukat. Penanaman jenis pohon buah ini ditujukan untuk memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Dalam rapat musyawarah bersama stakeholder di Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Wahyudi menegaskan bahwa penanaman ini juga berfungsi sebagai solusi untuk meredam konflik. .
”Kegiatan menanam 1000 pohon buah ini adalah sebuah solusi untuk mengamankan aset Pemerintah Kelurahan Tuatunu Indah yang berupa DAS (Daerah Aliran Sungai), agar dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Tuatunu,” tegas Wahyudi.
Dukungan kuat datang dari Lembaga Adat Melayu Tuatunu. Ketua Lembaga Adat, Hamzah Suhaimi, menilai inisiatif ini sebagai ide cemerlang yang dapat menjadi titik terang bagi penyelesaian masalah DAS yang selama ini terjadi.
Hamzah Suhaimi lantas meminta agar program penanaman ini dapat diperluas. Ia berharap bibit pohon buah tersebut dapat dibagi dan ditanam di lahan adat yang sudah dirintis oleh masyarakat Tuatunu, lokasinya tidak jauh dari lokasi penanaman utama.
”Kami berharap ada sinergi dan kolaborasi antara masyarakat, lembaga adat, tokoh pemuda, pihak kelurahan, dan Desa Wisata Tuatunu Raya untuk membangun ekosistem baru demi peningkatan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Hamzah Suhaimi.
Dengan permintaan tersebut, kegiatan penanaman pada 28 November 2025 diharapkan dapat dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di sepanjang Sungai Tuatunu Raya dan di lahan adat Tuatunu.*


















