PANGKALPINANG, infoupdate.co — Kelurahan Air Kepala Tujuh menjadi wakil Kota Pangkalpinang dalam ajang Penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Tahun 2025. Penilaian lapangan berlangsung pada Senin (5/5/2025) dan disambut antusias oleh masyarakat serta jajaran pemerintah kota.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pangkalpinang, Akhmad Subekti mewakili Pj Wali Kota Pangkalpinang. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat warga dan perangkat kelurahan yang telah mempersiapkan diri dengan maksimal untuk menampilkan potensi terbaik Air Kepala Tujuh.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi ajang menunjukkan kapasitas kita sebagai pelayan publik di tingkat kelurahan. Pangkalpinang punya sejarah panjang di kompetisi ini. Mari kita buktikan bahwa kita bisa kembali mengharumkan nama kota,” ujarnya penuh semangat.
Subekti juga mengenang masa ketika Pangkalpinang pernah menjadi juara dan diundang ke Istana Negara. Momentum itu, katanya, harus menjadi motivasi untuk kembali meraih prestasi serupa.
Ketua Tim Juri sekaligus Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Babel, Budi Utama memperkenalkan tujuh juri yang akan melakukan penilaian. Mereka berasal dari berbagai instansi, dengan latar belakang profesional dan pengalaman panjang dalam pemberdayaan masyarakat.
Adapun para juri yang bertugas, antara lain Murniati, tokoh PKK berpengalaman, Ryan Dedi Setiawan, dosen Prodi Bisnis Digital Universitas Bangka Belitung, Ahmad Karnolus, pejabat Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Babel, Yuniar dari Kabid Pemberdayaan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM, Yusrizal dari Dinas Kesehatan Babel, dan Hesti Wulandari dari Dinas Kearsipan.
“Penilaian dilakukan secara profesional. Tidak ada unsur nepotisme. Kami fokus pada data dan dampak nyata dari program yang dijalankan di lapangan,” tegas Budi.
Lurah Air Kepala Tujuh, Basori, dalam paparannya menyampaikan berbagai program unggulan yang telah diterapkan di wilayahnya, mulai dari pemberdayaan ekonomi warga, pelayanan publik berbasis digital, hingga gerakan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
“Kami berupaya memberikan yang terbaik, tidak hanya dalam lomba, tapi juga dalam pelayanan sehari-hari. Semangat kami adalah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Basori.
Tahun ini, peserta lomba tingkat kelurahan hanya diikuti oleh dua wilayah, sehingga peluang Pangkalpinang untuk merebut posisi juara terbuka lebar. Namun, Pemkot Pangkalpinang menegaskan bahwa tujuan utama bukan semata juara, melainkan membangun kelurahan yang mandiri, inovatif, dan berdampak nyata bagi warganya. (aka/*)













