Ekonomi & BisnisPangkalpinangPolitik

Reses I, Anggota DPRD Babel Dapil Kota Pangkalpinang Serap Berbagai Macam Keluhan Masyarakat

×

Reses I, Anggota DPRD Babel Dapil Kota Pangkalpinang Serap Berbagai Macam Keluhan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Persoalan Sampah Jadi Isu Utama

PANGKALPINANG, infoupdate.co — Anggota DPRD Dapil Pangkalpinang melaksanakan reses dalam masa sidang pertama secara serempak di Gedung Pemkot Pangkalpinang. Hadir lengkap tujuh anggota DPRD Dapil Pangkalpinang, yaitu Wakil Ketua DPRD BABEL, Eddy Iskandar dari Partai GOLKAR, Monica Haprinda dari PDI P, Zaki Yamani dari Partai Demokrat, Sadiri dari PPP, Oktahaber dari Partai Nasdem, Adi sucipto dari Partai Gerindra, dan Dodi Kusdian dari PKS.

Dalam kegiatan serap aspirasi tersebut dihadiri oleh Pj Walikota Pangkalpinang Unu Ibnudin, para kepala OPD dan pejabat eselon lainnya, camat camat se kota Pangkalpinang, kacabdin Dinas Pendidikan Provinsi wilayah Pangkalpinang Bangka Tengah, Ketua ketua RT, pelaku UMKM, perwakilan organisasi dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya Eddy Iskandar menyampaikan bahwa tujuan dari reses ini adalah untuk mendengar dan menyerap aspirasi dari pemerintah Kota dan masyarakat Pangkalpinang yang berkaitan dengan fungsi dan kewenangan yang ada pada anggota DPRD dapil Pangkalpinang.

Berbagai aspirasi dan pertanyaan disampaikan oleh peserta reses yang hadir. Diantara yang disampaikan terutama berkaitan dengan persoalan banjir, sampah, lampu jalan, pelayanan rumah sakit, sekolah, penataan pasar dan UMKM. Berbagai aspirasi dan pertanyaan tersebut direspon secara bergilir oleh seluruh Anggota DPRD Dapil Pangkalpinang secara bergantian.

Diakhir pertemuan juga disampaikan bahwa apa yang menjadi aspirasi masyarakat yang jadi kewenangan di Provinsi akan ditindaklanjuti dan dikawal melalui komisi komisi di DPRD Provinsi.

Sementara itu, dalam pertemuan itu juga Eddy Iskandar yang menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Babel juga menyatakan jika aspirasi masyarakat terkait masalah sampah akan menjadi pembahasan utama dalam waktu dekat, karena hal tersebut menyangkut beberapa kabupaten/kota di Bangka Belitung.

Sehingga pengolahan sampah menjadi pembahasan secara menyeluruh. Apalagi, dalam hal ini Pemerintah perlu memperhatikan beberapa aspek seperti titik lokasi penampungan sampah, mekanisme yang akan dijalankan dan apa kontribusi untuk masyarakat sekitar.

Yang terpenting adalah kompensasi apa yang akan diterima masyarakat yang wilayahnya dijadikan titik pengolahan sampah, karena itu akan memberikan manfaat juga bagi masyarakat. Kita ingin memperhatikan itu dulu sebelum melangkah lebih jauh, ujar Politikus Fraksi Golkar Dapil Kota Pangkalpinang itu.

Eddy Iskandar yang ditemui awak media usai reses tersebut menyebutkan ada beberapa hal yang disampaikan masyarakat.

“Jadi hari ini dalam rangka mendengar langsung aspirasi masyarakat, banyak yang disampaikan oleh masyarakat mulai dari banjir, permasalahan,sampah dan penerangan lampu jalan,” ujar Edi saat ditemui awak media.

Tentunya aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat ini akan kita tindaklanjuti sesuai dengan komisi masing-masing.

“Untuk lampu jalan sebenarnya sudah ada anggarannya sebesar 6 Miliar, tapi itu untuk seluruh kabupaten/kota yang ada diBangka Belitung,” jelasnya.

“Kemudian dalam waktu dekat ini yang akan kita bahas itu berkaitan dengan pengelolaan sampah, karena ini menyangkut beberapa daerah jadi akan kita bahas secara bersamaan,” tambah Edi.

Tidak hanya memikirkan tempat sampah, Wakil ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung ini juga memikirkan bagaimana kompensasi yang diberikan untuk masyarakat yang daerahnya dijadikan tempat untuk pengelolaan sampah.

Selain permasalahan sampah, anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung juga akan membahas permasalahan banjir yang ada dikota Pangkalpinang.

“Banjir inikan ada dua penyebabnya, satu banjir karena genangan dan kedua banjir kiriman atau (ROB). Nah kita akan mengkaji tempat penangkapan air atau embung didaerah sekitarnya,” tukasnya.

“Nanti akan kita buatkan embung nya didaerah sekitar Pangkalpinang dan memikirkan bagaimana cara memperlambat turunya air ke kota Pangkalpinang agar banjir dapat diminimalisir selain itu ada beberapa daerah yang akan mengalami penyempitan akan kita perbaiki dan untuk anggaran nanti kita bahas lebih lanjut,” tandasnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *