HeadlineHukum dan KriminalPangkalpinangPendidikanPolitik

Reses, Anggota DPRD Babel Dodi Kusdian Soroti Maraknya Anak Muda Bekerja Ilegal ke Luar Negeri

×

Reses, Anggota DPRD Babel Dodi Kusdian Soroti Maraknya Anak Muda Bekerja Ilegal ke Luar Negeri

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, infoupdate.co – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fraksi PKS, Dodi Kusdian, menyoroti fenomena meningkatnya jumlah anak muda asal Babel yang memilih bekerja ke luar negeri secara ilegal. Hal itu ia sampaikan saat kegiatan Reses DPRD Masa Sidang II Tahun Sidang II 2026 di Aula SMAN 2 Pangkalpinang, Jumat (15/5/2026).

Dalam dialog bersama peserta reses, Dodi mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyak remaja dan lulusan sekolah yang tergiur bekerja di luar negeri tanpa jalur resmi. “Fenomena anak-anak muda kita khususnya di Pangkalpinang, banyak pergi ke luar negeri, tapi kebanyakan ilegal. Ini menjadi masalah serius karena mereka menyebarkannya di media sosial dan membuat anak-anak muda lainnya tertarik,” ujarnya.

Menurut Dodi, pemerintah harus hadir memberikan solusi dan advokasi agar generasi muda tidak terjebak menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Ia menilai pendidikan vokasi dan sekolah kejuruan perlu diperkuat agar lulusan siap masuk dunia kerja. DPRD, lanjutnya, siap mendukung penguatan pendidikan kejuruan termasuk mendorong optimalisasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di sekolah-sekolah, dengan catatan tidak menambah beban administrasi guru.

Dodi juga memaparkan data terkait TPPO di Babel yang dinilainya cukup mengkhawatirkan. Pada Maret 2025 tercatat sebanyak 69 warga Babel diduga menjadi korban TPPO, sementara sekitar 74 hingga 76 pekerja migran asal Babel berhasil dipulangkan dari Kamboja dan Myanmar. Ia menilai angka tersebut hanyalah fenomena gunung es karena masih banyak kasus lain yang belum terdata.

Selain persoalan tenaga kerja dan pendidikan, Dodi menyinggung pentingnya optimalisasi dana CSR perusahaan perkebunan sawit untuk mendukung dunia pendidikan. Menurutnya, dana CSR yang nilainya miliaran rupiah dapat menjadi sumber pembiayaan pendidikan besar jika dikelola dengan baik, sehingga tidak terlalu bergantung pada APBD. Ia juga menyoroti potensi besar sektor pertambangan timah yang belum dikelola secara optimal, dengan kebocoran pendapatan yang masih tinggi sehingga royalti daerah minim.

“Bangka Belitung ini sebenarnya kaya. Potensinya luar biasa, tetapi pengelolaannya belum maksimal,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *