SUNGAILIAT, infoupdate.co — Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa di salah satu SMA di Sungailiat menjadi sorotan. Korban berinisial A, siswa kelas 10, diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan kakak kelasnya berinisial N, siswa kelas 11, pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di lingkungan sekolah.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di area luar kelas 10 saat korban tengah duduk seorang diri di bangku sekolah. Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, pelaku N terlihat mendatangi korban secara tiba-tiba tanpa percakapan terlebih dahulu sebelum langsung melayangkan pukulan menggunakan tangan kosong.
Pukulan disebut mengenai bagian bawah telinga kiri korban. Nampak bagian telinga korban bengkak dan telinga pekak. Bagian tersebut dinilai cukup berbahaya karena berada di area vital tubuh. Setelah memukul korban, pelaku juga diduga menghardik korban dengan nada ancaman.
“Kamu mau nantang saya ya,” ucap pelaku kepada korban seperti yang disampaikan sumber di lingkungan sekolah.
Insiden tersebut sontak memicu perhatian sejumlah pihak, terlebih karena korban masih tergolong anak di bawah umur baru berumur 15 tahun. Orang tua korban yang diketahui merupakan seorang wartawan senior mengaku sangat keberatan atas kejadian tersebut dan menilai tindakan pelaku bukan sekadar kenakalan remaja biasa.
Menurut orang tua korban, aksi pelaku diduga dilakukan secara sengaja dan terencana. Hal itu, kata dia, terlihat dari rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku datang menghampiri korban tanpa adanya percekcokan terlebih dahulu.
“Kalau dilihat dari rekaman CCTV, dia datang langsung memukul tanpa basa-basi. Itu bukan spontanitas. Saya menduga sudah ada niat dan perencanaan sebelumnya,” ujar orang tua korban kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).
Ia bahkan menilai pukulan yang diarahkan ke bagian bawah telinga kiri korban sangat berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan anaknya. Karena itu, pihak keluarga mengaku belum bisa menerima penyelesaian secara damai di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Guru Bimbingan Konseling (BK) Bu Mutia menyampaikan bahwa pihak sekolah telah memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut secara internal. Menurutnya, kedua belah pihak sudah dipertemukan untuk mencari jalan keluar terbaik.
“Kasusnya sudah diselesaikan di sekolah,” ujar Bu Mutia singkat saat dikonfirmasi.
Meski demikian, keluarga korban masih mempertimbangkan langkah lanjutan karena menilai kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan tidak boleh dianggap sepele. Mereka berharap ada efek jera agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di sekolah.
Kasus ini pun memunculkan keprihatinan masyarakat terkait pengawasan dan keamanan siswa di lingkungan sekolah. Banyak pihak berharap sekolah dapat memperketat pengawasan serta memperkuat pembinaan karakter agar tindakan kekerasan antarsiswa dapat dicegah sejak dini.(*)













