PANGKALPINANG, infoupdate.co — Upaya memperluas cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Pangkalpinang kini mendapat dukungan nyata dari dunia usaha. BPJS Kesehatan Kota Pangkalpinang resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) program donasi bersama Bank Sumsel Babel dan Yayasan SPPG, Senin (11/5/2026).
Penandatanganan kerja sama tersebut dirangkaikan dengan penyerahan simbolis bantuan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) dari Bank Sumsel Babel Cabang Pangkalpinang kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Dana CSR itu tidak hanya difokuskan untuk mendukung kepesertaan BPJS Kesehatan warga kurang mampu, tetapi juga menyasar pembangunan fasilitas publik dan penguatan ekonomi masyarakat.
Mulai dari rehabilitasi sarana ibadah, pembangunan ruang terbuka hijau, pemasangan CCTV keamanan, hingga pengembangan sentra produksi nanas sebagai komoditas unggulan daerah.
Kegiatan ini berlangsung dalam Forum Komunikasi Strategi Penguatan Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta Universal Health Coverage (UHC), yang dihadiri Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin, Wakil Wali Kota Dessy Ayutisna, jajaran BPJS Kesehatan, serta perwakilan dunia usaha dan lembaga sosial.
Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin menegaskan bahwa keterlibatan dunia usaha melalui dana CSR merupakan bentuk kepedulian langsung terhadap masyarakat, khususnya dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi warga.
“Prinsipnya sederhana, CSR badan usaha untuk membantu kepesertaan BPJS, ini murni bantu warga, bukan meringankan beban APBD. Setiap perusahaan kan wajib menyisihkan sekitar 2,5 persen dari keuntungannya untuk CSR. Jika hanya sebagian kecil saja dialihkan untuk mendukung jaminan kesehatan, dampaknya akan sangat besar,” ujar Prof Saparudin.
Menurutnya, skema gotong royong antara pemerintah dan badan usaha sangat realistis diterapkan di Pangkalpinang. Dengan sekitar 1.000 perusahaan beroperasi di kota itu, target perlindungan kesehatan semesta dinilai bukan hal sulit diwujudkan.
“Perhitungannya sangat ringan. Satu orang iurannya sekitar Rp35.000 per bulan. Kalau satu perusahaan bantu 30 orang, cukup sekitar Rp1 juta rupiah per bulan. Nilai ini sangat kecil dibanding total dana CSR yang wajib dikeluarkan. Kalau 1.000 perusahaan bergerak, berarti ada dukungan untuk 30.000 warga. Tantangan kepesertaan selesai sudah,” paparnya.
Ia juga memastikan masyarakat tetap memiliki kebebasan penuh dalam menentukan layanan kesehatan yang akan digunakan.
“Masyarakat bebas memilih berobat ke mana saja, baik ke RSUD maupun rumah sakit swasta, itu hak individu kita tidak boleh menghalangi. Tugas kita memastikan hak itu terpenuhi dan pelayanan berjalan baik,” tambahnya.
Prof Saparudin berharap langkah yang dilakukan Bank Sumsel Babel dan Yayasan SPPG menjadi contoh bagi perusahaan lain agar ikut mengambil bagian dalam memperkuat program JKN sekaligus membantu pembangunan daerah.
Selain mendukung program kesehatan, bantuan CSR Bank Sumsel Babel juga diarahkan untuk pembenahan berbagai sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti rehabilitasi surau, pembangunan ruang terbuka hijau, pemasangan CCTV di titik strategis, hingga pengembangan sentra nanas guna mendorong ekonomi warga.
Pemerintah Kota Pangkalpinang menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting menjaga keberlangsungan program BPJS Kesehatan sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
“Karena badan usaha tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, sudah sepantasnya kembali memberi manfaat. Dengan kolaborasi ini, keberlangsungan BPJS terjamin, pelayanan tetap prima, dan masyarakat terlindungi sepenuhnya. Kita wujudkan bersama perlindungan kesehatan semesta bagi seluruh warga Kota Serumpun Sebalai,” tutup Prof Saparudin.(*)
CSR Bank Sumsel Babel Tak Sekadar Donasi, Wali Kota Pangkalpinang Bidik 30 Ribu Warga Terlindungi BPJS













